ALFA

NIO

ALFANIO

 

Prinsip Dasar Mesin (bag.2) Cara Kerja Mesin 2 Tak

Monday, January 03, 2011

Mesin 2 langkah atau biasa disebut Mesin 2 Tak, sempat "berkuasa" di jalanan pada zaman dulu (mungkin sekitar tahun 1980an). Mesin ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar dibanding dengan mesin 4 tak. Mesin 2 tak membutuhkan tambahan oli yang ikut di bakar di ruang bakar (OLI SAMPING) untuk melumasi pergerakan dari piston.

Dikarenakan mesin ini membakar oli juga di dalam ruang bakarnya, asap pengeluaran akan sangat pekat "ngebul". Bahkan tidak jarang juga ada yang menyipratkan oli ke luar knalpot. Ada keuntungan dan kerugian dengan menggunakan mesin 2 tak dibanding mesin 4 tak.





Keuntungan :

* Secara teoritis untuk volume silinder yang sama daya 2 kali lipat.
* Konstruksi lebih sederhana sehingga bobot ringan dan harga awal murah.
* Momen putar lebih uniform.
* Lebih mudah distarter.


Kerugian :

* Bahan bakar boros karena pada saat pembilasan sebagian ikut terbuang .
* Pembakaran tidak baik karena campuran baru terkontaminasi gas buang .
* Rasio kompresi kecil sehingga efisiensi termal rendah.
* Butuh pelumas lebih banyak.
Selengkapnya...

Glass Technology

Selayang Pandang Tentang Kaca

Kaca adalah materi padat amorf (non kristalin). Kaca (glass) sendiri dalam bahasa Jerman mempunyai arti transparan. Gelas biasanya rapuh, getas, dan sering bersifat optis transparan. Kaca umumnya digunakan untuk jendela, botol, kacamata dan contoh-contoh bahan materi kaca termasuk kaca soda kapur (soda lime glass).



Tegasnya, kaca didefinisikan sebagai produk anorganik peleburan yang telah didinginkan melalui glass transition untuk keadaan padat tanpa proses pengkristalan. Banyak gelas mengandung silika sebagai komponen utamanya dan glass former. Istilah "kaca", seringkali diperluas ke semua padatan amorf ( dan mencair yang mudah bentuk padatan amorf ), termasuk plastik, resin, atau lain yang bebas silika amorf padat. Kaca memainkan peran penting dalam sains dan industri. Sifat optik dan sifat fisik kaca membuatnya cocok untuk aplikasi seperti kaca datar, wadah dari kaca, optik dan bahan optoelektronik, peralatan laboratorium, termal isolator (glass wool), penguatan serat (plastik yang diperkuat kaca, beton yang diperkuat serat gelas), dan seni.

SEJARAH KACA


Kaca semula berasal dari material obsidia yang terbentuk dari lava gunung berapi, dan sebenarnya telah dikenal sejak zaman batu. Menurut salah satu referensi, pembuat kaca pertama adalah bangsa Mesir sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi. Saat itu, kaca digunakan sebagai kemasan barang-barang tembikar dan sejumlah benda lainnya. Pada abad pertama Sebelum Masehi, teknik pembuatannya berkembang dan kaca menjadi lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Di zaman Kekaisaran Romawi sebagian besar produk kaca berbentuk botol dan gelas. Kemudian pada abad ke-12 dibuatlah kaca berwarna dengan cara mencampurkan bahan pewarna berupa oksida logam. Kaca jenis ini kurang begitu berkembang karena tidak digunakan secara luas oleh masyarakat. Pada abad ke-14 pusat pembuatan kaca adalah kota Venice yang berada di Italia. Kota inilah yang banyak melahirkan teknik baru, dan akhirnya produk kaca menjadi komoditas penting, seperti piring, cangkir, mangkuk, cermin, dan barang mewah lainnya.

Kemudian sekitar tahun 1688, proses pengolahan kaca ini menggunakan beberapa cara yang telah dikembangkan, sehingga produk kaca lebih mudah dibuat. Dengan lahirnya mesin pengolah produk kaca pada 1827, produk-produk berbasis kaca bisa dibuat secara massal, harganya pun menjadi lebih murah. Pada pertengahan 1800-an diperkenalkan proses pembuatan kaca mahkota (crown glass process).

Produksi Kaca


* Komposisi dan Pembuatan Kaca



Pasir kuarsa (silika) sebagai bahan baku utama untuk produksi kaca komersial. Silika murni (SiO2) memiliki titik lebur (pada viskositas 10 Pa/s) lebih dari 2.300°C (4.200°F). Silika murni dapat dibuat menjadi kaca untuk aplikasi khusus, namun terdapat zat-zat lain yang ditambahkan ke kaca untuk menyederhanakan proses pada umumnya. Salah satunya adalah natrium karbonat (Na2CO3), yang dapat menurunkan titik leleh sekitar 1.500°C (2.700°F). Namun, soda membuat sodium silikat larut, yang biasanya tidak diinginkan. Jadi, kapur bakar (kalsium oksida (CaO),yang umumnya diperoleh dari batu kapur yang dibakar (CaCO3)), beberapa magnesium oksida (MgO) dan aluminium oksida (Al2O3) ditambahkan untuk menyediakan ketahanan kimia yang lebih baik. Kaca yang dihasilkan mengandung sekitar 70-74% silika dari berat kaca itu sendiri.

Selain soda dan kapur, bahan tambahan lain pada kaca yang paling umum untuk mengubah sifat-sifatnya. Kristal (crystall) lebih cemerlang karena peningkatan indeks bias yang menyebabkan terlihat lebih "berkilau", sementara boron mungkin ditambahkan untuk mengubah sifat termal dan listrik, seperti Pyrex. Menambah barium juga meningkatkan indeks bias. Thorium oksida membuat kaca memiliki indeks bias yang tinggi dan rendah dispersi, dan pernah digunakan dalam memproduksi lensa berkualitas tinggi, tetapi mengingat radioaktivitas telah digantikan oleh oksida lanthanum maka hal ini jarang digunakan di dunia kacamata modern.

Dalam jumlah besar, besi digunakan untuk kaca yang menyerap energi inframerah, seperti filter untuk menyerap panas pada proyektor film, sementara cerium (IV) oksida dapat digunakan untuk kaca yang menyerap gelombang UV (merusak biologis radiasi pengion). Dua bahan kaca umum lainnya adalah calumite (suatu produk sampingan dari industri besi) dan "cullet" (kaca daur ulang). Kaca yang didaur ulang menghemat bahan baku dan energi. Namun, kotoran di cullet dapat menyebabkan kegagalan produk dan peralatan. Akhirnya, agen penyempurna kaca seperti natrium sulfat, natrium klorida, atau antimon oksida ditambahkan untuk mengurangi konten gelembung di kaca.

* Pembuatan Kaca Tiap Zaman


Cara blow down merupakan cara tradisional yang pertama yang ada untuk membentuk kaca. Namun zaman berkembang sehingga teknik ini mulai sedikit ditinggalkan. Cara yang umum sekarang adalah membuat campuran kaca yaitu SiO2 (pasir kuarsa), NaCO3 (natrium karbonat), CaO (kalsium oksida), dan tambahan-tambahan lain di lebur dalam tanur lalu dicetak. Hal seperti ini akan lebih cepat dan hasilnya lebih seragam kerapihannya.

Untuk memperkuat struktur kristal pada kaca biasanya digunakan teknik melapisi kaca dengan polimer tertentu. Teknik ini biasa dikenal dengan teknik laminasi. Teknik ini untuk membuat kaca anti peluru.

* Penambahan Zat Warna


Kaca berwarna dihasilkan dengan bercampur dengan sedikit oksida logam peralihan. Misalnya, oksida mangan akan menghasilkan warna ungu, oksida kuprum dan kromium memberikan warna hijau, dan oksida kolbalt memberikan warna biru.
Selengkapnya...

Bravo National Team of Indonesia (Timnas Indonesia) !!

Sunday, January 02, 2011



Klik untuk Ukuran Asli :


Selengkapnya...

Prinsip Dasar Mesin (bag.1) : Motor Bakar - Combustion Engine

Alat yang mengubah energi kimia yang ada pada bahan bakar menjadi energi mekanis (energi yang dipakai untuk menggerakkan sesuatu) melalui proses pembakaran.


Jenis Pembakaran:

  • Pembakaran luar (external combustion engine) : mesin uap, turbin uap, turbin gas siklus tertutup, stirling engine.
  • Pembakaran dalam (internal combustion engine) : motor bensin, motor diesel, turbin gas, mesin jet
Klasifikasi Internal Combustion Engine
Kegunaan :
Otomotif, truk, pesawat terbang, generator daya.
Konstruksi :
Motor rotary (turbine, wankel engine), motor reciprocating (bolak-balik).
Siklus Kerja :
Empat langkah dan dua langkah
Metode Pengapian : 
Penyalaan busi (spark ignition engine), penyalaan kompresi (compression ignition engine)
Bahan Bakar : 
Bensin, solar, compressed gas dan, alkohol
Metode Pencampuran :
Karburator dan injektor
Metode Pendinginan :
Pendinginan air dan pendinginan udara

Berikut adalah gambar dari External Combustion Engine :

Berikut adalah gambar dari Internal Combustion Engine :

Besok akan di bahas :
Perbedaan Motor 4 Tak dan 2 Tak
Selengkapnya...

Bravo National Team of Indonesia (Timnas Indonesia) !!


Thank You To ALFRED RIEDL...
 
but NOT TO Nurdin H



Selengkapnya...

Search This Blog

Google Translate