ALFA

NIO

ALFANIO

 

Pembuatan Kompor Berbahan Bakar Air

Tuesday, January 04, 2011

Sebagai pilihan alternatif di masa krisis bahan bakar pengganti kompor minyak tanah bahkan LPG.

LANDASAN :
·      Minyak tanah yang tidak disubsidi lagi oleh pemerintah. Jadi harga akan diserahkan pada harga pasar internasional. Harganya mungkin sekitar 6000an rupiah.
·      Stok LPG juga terkadang macet.
·      Penggunaan air sebagai bahan bakar jauh lebih murah dan lebih cepat mendidih dari pada minyak tanah (menurut uji coba si pembuat).



Bahan-Bahan untuk Pembuatan Kompor Berbahan Bakar Air
ž  Air
Lebih murni air tersebut semakin baik
Ex.            Air < Aquadest < Demin Water
ž  Listrik
12 Volt 5 Ampere DC
ž  Power Inverter
Converter listrik dari 220 volt AC ke 12 volt DC
ž  Diode (sebagai penganti Power Inverter, untuk menghemat dana)
ž  Botol tahan panas (Thermal Resist)
ž  Kabel Listrik untuk Arus Tinggi
ž  Tabung Pompa
ž  Pompa Manual
ž  Stainless Steel


Estimasi Harga Bahan-Bahan Pembuatan Kompor Berbahan Bakar Air

Nama Item
Harga (Estimasi)
Diode 5 A 220 V
Rp. 20.000,- per buah
Botol Tahan Panas
Rp. 50.000,- per buah
Stainless Steel
Rp. 10.000,-  per bilah
Kabel Listrik
Rp. 5.000,- per meter
Tabung Pompa
Rp. 100.000,- per buah
Kembang Kompor (Nozzle)
Rp. 20.000,- per buah
TOTAL
Rp.205.000,-

















 
Estimasi Harga Kompor Berbahan Bakar LPG

Nama Item
Harga (Estimasi)
Kompor LPG
Rp. 300.000 ,- per buah
Tabung LPG
Rp. 200.000,- per buah
Selang dan Adaptor
Rp. 50.000,- per buah
TOTAL
Rp. 550.000,-

 Estimasi Harga Operasional Kompor Berbahan Bakar Air  (per hari)

Nama Item
Harga (Estimasi)
Air
Rp. 1.000,- per liter
(dianggap untuk mendapatkan air harus membeli)
Listrik
1 hari :
      1 x masak banyak (2 jam)
      5 x masak sedikit (1,5 jam)
TOTAL  = 2,5 jam
Daya dibutuhkan untuk konversi listrik  :
80 W = 0,08KW
1 KWh = Rp. 1.500,-
Untuk biaya operasional :
1.500 x 2,5 x 0,08=
Rp. 300,-
Minyak Tanah
Untuk perbandingan air : minyak tanah adalah 10:1
Rp. 700,-
TOTAL
Rp.2.000,-
 
Estimasi Harga Operasional Kompor Berbahan Bakar LPG (per hari)

Nama Item
Harga (Estimasi)
Gas LPG :
Tabung 15 Kg untuk rumah tangga bisa tahan sampai 20 hari. Harga isi ulang tabung Rp.60.000 (sudah punya tabungnya)
Maka 1 hari mengeluarkan biaya :
60.000
   20
Rp. 3.000,-
TOTAL
Rp.3.000,-



Skema Kerja Kompor
  •  Dengan Power Inverter
 
  •  Dengan Diode

 Skema Kerja Single Ejector


Faktor SWTO (Strenght Weakness Treat Opportunity)

Strenght
Weakness
Treath
Opportunity
Modal ilmu engineering
Sudah pernah ada yang mencoba
(tidak orisinil)
Masih hal yang baru sehingga sulit dipublikasikan
Hal ini bisa menjadi alternatif untuk kebutuhan sehari-hari
Harga air sangat murah
Masih tetap menggunakan minyak tanah
(supaya pipa kapiler tidak cepat berkarat)
Membutuhkan tenaga yang harus cukup terlatih untuk merakit kompor
Hampir semua rumah mempunyai akses untuk mendapatkan air
Daya tahan kompor 1 Liter air untuk 1 hari
(menurut info dari pembuatnya)
Belum pernah melihat secara langsung
Harga lebih mahal dari kompor minyak tanah
Usaha dapat dikembangkan dengan cara menjual aquadest murah sebagai bahan bakar
Modal awal hampir sama dengan kompor LPG
Masih sangat perlu dioptimasikan lagi rancangannya supaya hasil energi yang tercipta lebih efisien (menggunakan minyak tanah jauh lebih sedikit lagi)

Aquadest akan membuat keawetan stainless steel karena air yang kotor (ada mineral-mineral lain) akan menutup permukaan stainless steel
Perawatan cukup mudah




Faktor Tempat dan Lokasi
            Lokasi dalam perancangan wirausaha ini adalah lokasi yang cukup strategis serta tidak perlu tempat yang terlalu luas. Yang terpenting adalah lokasi mudah dalam mobilitasnya, mempunyai gudang penyimpanan, serta ruangan perakitan.
Selengkapnya...

Nitrogen Sebagai Gas Pengisi Pada Ban Kendaraan

Monday, January 03, 2011


Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang. Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja.



 
Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering orang menyebut "botak luar, atau botak dalam". Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata. Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.

Ban yang habis tidak merata juga bisa disebabkan oleh kerusakan komponen lain seperti Shock Breaker (Shock Absorber), suspensi, pengereman mendadak, kondisi jalan, Posisi kelurusan roda (perlu spooring), Keseimbangan roda (perlu di Balance), dan lain-lain. Setiap ban yang terpasang pada velg perlu dibalance untuk menjaga keseimbangan ban saat berputar.

Gas Pengisi Ban


Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas Oksigen dan 78% gas Nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari. Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil).

Secara perlahan tapi pasti, membuat ban mobil akan berkurang tekanan gas nya dan perlu selalu di cek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga sesuai anjuran pabrik mobil maupun spek ban yang digunakan. Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros.

Udara yang bertekanan cenderung bersifat lembab, untuk yang masih menggunakan velg dari bahan besi dapat membantu proses terjadinya karat yang tentunya merusak velg itu sendiri.

Kita dianjurkan untuk melakukan pengecekan tekanan ban pada kondisi ban dingin, ini dikarenakan saat ban digunakan (berkendara), suhu gas dalam ban akan meningkat (panas). Meningkatnya suhu gas tersebut membuat naiknya tekanan gas dalam ban. gas Nitrogen (N2) di klaim memiliki tekanan yang stabil terhadap perubahan suhu kerja ban, sehingga akan aman untuk kendaraan yang sering dipacu kencang (ngebut) maupun mengangkut beban berat.

Ikuti anjuran yang tertera pada panel rekomendasi tekanan ban yang biasanya terpasang pada pilar pintu mobil maupun rangka motor jika menggunakan ban standar, atau ikuti anjuran dari ban yang digunakan jika spesifikasi ban tersebut tidak tertulis dalam panel rekomendasi tekanan ban.

Gas Nitrogen (N2) sebagai Gas Pengisi Ban


Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2), maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban. Selain itu Nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.

Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.

Keuntungan Menggunakan N2 sebagai Gas Pengisi Ban


  • Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
  • Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
  • Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
  • Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
  • Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
  • Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
  • Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
  • Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban - overpressure)
N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.

Kelemahan Gas Nitrogen (N2) sebagai Gas Pengisi Ban.

  • Harga yang masih mahal
    Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu - 10ribu rupiah.
    • Perawatan
      Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.
      • Ketersediaan
        Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.
        Selengkapnya...

        Prinsip Dasar Mesin (bag.2) Cara Kerja Mesin 2 Tak

        Mesin 2 langkah atau biasa disebut Mesin 2 Tak, sempat "berkuasa" di jalanan pada zaman dulu (mungkin sekitar tahun 1980an). Mesin ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar dibanding dengan mesin 4 tak. Mesin 2 tak membutuhkan tambahan oli yang ikut di bakar di ruang bakar (OLI SAMPING) untuk melumasi pergerakan dari piston.

        Dikarenakan mesin ini membakar oli juga di dalam ruang bakarnya, asap pengeluaran akan sangat pekat "ngebul". Bahkan tidak jarang juga ada yang menyipratkan oli ke luar knalpot. Ada keuntungan dan kerugian dengan menggunakan mesin 2 tak dibanding mesin 4 tak.





        Keuntungan :

        * Secara teoritis untuk volume silinder yang sama daya 2 kali lipat.
        * Konstruksi lebih sederhana sehingga bobot ringan dan harga awal murah.
        * Momen putar lebih uniform.
        * Lebih mudah distarter.


        Kerugian :

        * Bahan bakar boros karena pada saat pembilasan sebagian ikut terbuang .
        * Pembakaran tidak baik karena campuran baru terkontaminasi gas buang .
        * Rasio kompresi kecil sehingga efisiensi termal rendah.
        * Butuh pelumas lebih banyak.
        Selengkapnya...

        Glass Technology

        Selayang Pandang Tentang Kaca

        Kaca adalah materi padat amorf (non kristalin). Kaca (glass) sendiri dalam bahasa Jerman mempunyai arti transparan. Gelas biasanya rapuh, getas, dan sering bersifat optis transparan. Kaca umumnya digunakan untuk jendela, botol, kacamata dan contoh-contoh bahan materi kaca termasuk kaca soda kapur (soda lime glass).



        Tegasnya, kaca didefinisikan sebagai produk anorganik peleburan yang telah didinginkan melalui glass transition untuk keadaan padat tanpa proses pengkristalan. Banyak gelas mengandung silika sebagai komponen utamanya dan glass former. Istilah "kaca", seringkali diperluas ke semua padatan amorf ( dan mencair yang mudah bentuk padatan amorf ), termasuk plastik, resin, atau lain yang bebas silika amorf padat. Kaca memainkan peran penting dalam sains dan industri. Sifat optik dan sifat fisik kaca membuatnya cocok untuk aplikasi seperti kaca datar, wadah dari kaca, optik dan bahan optoelektronik, peralatan laboratorium, termal isolator (glass wool), penguatan serat (plastik yang diperkuat kaca, beton yang diperkuat serat gelas), dan seni.

        SEJARAH KACA


        Kaca semula berasal dari material obsidia yang terbentuk dari lava gunung berapi, dan sebenarnya telah dikenal sejak zaman batu. Menurut salah satu referensi, pembuat kaca pertama adalah bangsa Mesir sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi. Saat itu, kaca digunakan sebagai kemasan barang-barang tembikar dan sejumlah benda lainnya. Pada abad pertama Sebelum Masehi, teknik pembuatannya berkembang dan kaca menjadi lebih banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

        Di zaman Kekaisaran Romawi sebagian besar produk kaca berbentuk botol dan gelas. Kemudian pada abad ke-12 dibuatlah kaca berwarna dengan cara mencampurkan bahan pewarna berupa oksida logam. Kaca jenis ini kurang begitu berkembang karena tidak digunakan secara luas oleh masyarakat. Pada abad ke-14 pusat pembuatan kaca adalah kota Venice yang berada di Italia. Kota inilah yang banyak melahirkan teknik baru, dan akhirnya produk kaca menjadi komoditas penting, seperti piring, cangkir, mangkuk, cermin, dan barang mewah lainnya.

        Kemudian sekitar tahun 1688, proses pengolahan kaca ini menggunakan beberapa cara yang telah dikembangkan, sehingga produk kaca lebih mudah dibuat. Dengan lahirnya mesin pengolah produk kaca pada 1827, produk-produk berbasis kaca bisa dibuat secara massal, harganya pun menjadi lebih murah. Pada pertengahan 1800-an diperkenalkan proses pembuatan kaca mahkota (crown glass process).

        Produksi Kaca


        * Komposisi dan Pembuatan Kaca



        Pasir kuarsa (silika) sebagai bahan baku utama untuk produksi kaca komersial. Silika murni (SiO2) memiliki titik lebur (pada viskositas 10 Pa/s) lebih dari 2.300°C (4.200°F). Silika murni dapat dibuat menjadi kaca untuk aplikasi khusus, namun terdapat zat-zat lain yang ditambahkan ke kaca untuk menyederhanakan proses pada umumnya. Salah satunya adalah natrium karbonat (Na2CO3), yang dapat menurunkan titik leleh sekitar 1.500°C (2.700°F). Namun, soda membuat sodium silikat larut, yang biasanya tidak diinginkan. Jadi, kapur bakar (kalsium oksida (CaO),yang umumnya diperoleh dari batu kapur yang dibakar (CaCO3)), beberapa magnesium oksida (MgO) dan aluminium oksida (Al2O3) ditambahkan untuk menyediakan ketahanan kimia yang lebih baik. Kaca yang dihasilkan mengandung sekitar 70-74% silika dari berat kaca itu sendiri.

        Selain soda dan kapur, bahan tambahan lain pada kaca yang paling umum untuk mengubah sifat-sifatnya. Kristal (crystall) lebih cemerlang karena peningkatan indeks bias yang menyebabkan terlihat lebih "berkilau", sementara boron mungkin ditambahkan untuk mengubah sifat termal dan listrik, seperti Pyrex. Menambah barium juga meningkatkan indeks bias. Thorium oksida membuat kaca memiliki indeks bias yang tinggi dan rendah dispersi, dan pernah digunakan dalam memproduksi lensa berkualitas tinggi, tetapi mengingat radioaktivitas telah digantikan oleh oksida lanthanum maka hal ini jarang digunakan di dunia kacamata modern.

        Dalam jumlah besar, besi digunakan untuk kaca yang menyerap energi inframerah, seperti filter untuk menyerap panas pada proyektor film, sementara cerium (IV) oksida dapat digunakan untuk kaca yang menyerap gelombang UV (merusak biologis radiasi pengion). Dua bahan kaca umum lainnya adalah calumite (suatu produk sampingan dari industri besi) dan "cullet" (kaca daur ulang). Kaca yang didaur ulang menghemat bahan baku dan energi. Namun, kotoran di cullet dapat menyebabkan kegagalan produk dan peralatan. Akhirnya, agen penyempurna kaca seperti natrium sulfat, natrium klorida, atau antimon oksida ditambahkan untuk mengurangi konten gelembung di kaca.

        * Pembuatan Kaca Tiap Zaman


        Cara blow down merupakan cara tradisional yang pertama yang ada untuk membentuk kaca. Namun zaman berkembang sehingga teknik ini mulai sedikit ditinggalkan. Cara yang umum sekarang adalah membuat campuran kaca yaitu SiO2 (pasir kuarsa), NaCO3 (natrium karbonat), CaO (kalsium oksida), dan tambahan-tambahan lain di lebur dalam tanur lalu dicetak. Hal seperti ini akan lebih cepat dan hasilnya lebih seragam kerapihannya.

        Untuk memperkuat struktur kristal pada kaca biasanya digunakan teknik melapisi kaca dengan polimer tertentu. Teknik ini biasa dikenal dengan teknik laminasi. Teknik ini untuk membuat kaca anti peluru.

        * Penambahan Zat Warna


        Kaca berwarna dihasilkan dengan bercampur dengan sedikit oksida logam peralihan. Misalnya, oksida mangan akan menghasilkan warna ungu, oksida kuprum dan kromium memberikan warna hijau, dan oksida kolbalt memberikan warna biru.
        Selengkapnya...

        Bravo National Team of Indonesia (Timnas Indonesia) !!

        Sunday, January 02, 2011



        Klik untuk Ukuran Asli :


        Selengkapnya...

        Prinsip Dasar Mesin (bag.1) : Motor Bakar - Combustion Engine

        Alat yang mengubah energi kimia yang ada pada bahan bakar menjadi energi mekanis (energi yang dipakai untuk menggerakkan sesuatu) melalui proses pembakaran.


        Jenis Pembakaran:

        • Pembakaran luar (external combustion engine) : mesin uap, turbin uap, turbin gas siklus tertutup, stirling engine.
        • Pembakaran dalam (internal combustion engine) : motor bensin, motor diesel, turbin gas, mesin jet
        Klasifikasi Internal Combustion Engine
        Kegunaan :
        Otomotif, truk, pesawat terbang, generator daya.
        Konstruksi :
        Motor rotary (turbine, wankel engine), motor reciprocating (bolak-balik).
        Siklus Kerja :
        Empat langkah dan dua langkah
        Metode Pengapian : 
        Penyalaan busi (spark ignition engine), penyalaan kompresi (compression ignition engine)
        Bahan Bakar : 
        Bensin, solar, compressed gas dan, alkohol
        Metode Pencampuran :
        Karburator dan injektor
        Metode Pendinginan :
        Pendinginan air dan pendinginan udara

        Berikut adalah gambar dari External Combustion Engine :

        Berikut adalah gambar dari Internal Combustion Engine :

        Besok akan di bahas :
        Perbedaan Motor 4 Tak dan 2 Tak
        Selengkapnya...

        Bravo National Team of Indonesia (Timnas Indonesia) !!


        Thank You To ALFRED RIEDL...
         
        but NOT TO Nurdin H



        Selengkapnya...

        Mozzero ® Reduce Your Bad Effect From Smoking

        Sunday, December 26, 2010

         MOZZERO ®

        MOZZERO ® manufactured by FARISSON Bandar Lampung, Indonesia under the supervision of pharmacists by:
        - Production License No. 800/0086/III.03.5/I/2009 DHO.
        - Inventor & Patent Owner is Dr. Aris Munandar.
        - No.Paten: P00200800730.
        - Pharmacists / Technical Responsible: Niniek Ambarwati, S.Si.
        - Certificate HALAL LP POM MUI-No. 02040001030310.


        BENEFITS & APPLICATIONS  
        1. Reduce the consumption of excessive Tar and Nicotine in smokers
        2. Eliminate the feeling of nausea and headaches from too much smoke
        3. Eliminates itching and excessive phlegm in the throat due to smoking
        4. Prevents dry lips blackened and smoking-related
        5. Removes plaque on the teeth and excessive tobacco odor
        6. Respiratory bronchi-oles of smokers
        7. The tobacco drying process that uses sugar then MOZZERO helps reduce sugar levels in cigarette smoke, especially for diabetics who still smoke

        With full dedication and commitment, I provide solutions for smokers to reduce the risk / impact of smoking, improvements in the delivery of smoking with almost zero effort (MOZ-ZERO) Tar and nicotine inhaled by smokers.


        LABORATORY TEST

        Cream MOZZERO have smoke points in 240 degrees Celsius, while cigarette smoke is sucked through the filter after filament (combustion) in the range of 60 degrees centigrade, so the cream application MOZZERO filament remained attached to the filter and do not turn into smoke that will be consumed smokers. Test results and testimonials in smokers after application MOZZERO showed that cigarette smoke was more clean (clear) and lighter (light) without reducing the aroma of cigarettes (original).

        Now that I feel after the use of this MOZZERO:
        • Feel taste softer on my tongue
        • My lips not dry anymore
        • Can be used up to 80 cigars
        • Have no effect by enjoying your cigar


        Step to Using MOZZERO









        I already have hundred of this product. Reseller will be get the discount by buy minimal 50 tubes.
        Selengkapnya...

        Unique Serial Money OVN 210499

        Money is medium of exchange that is widely accepted in payment for goods and services and in settlement of debts. Money also has a special and unique serial number which makes structure of date or initial of name. In this blog, I try to introduce this unique for you. I also ready to sell this unique money. The money that we show is Guarantee Original (can be proved with UV) and in a good condition. 



        I have a new collection.
        Currency : Indonesia Rupiah
        Nominal : 5,000
        Serial Number : OVN 210499
        It's mean April 21, 1999 (21-04-99) Selengkapnya...

        Unique Serial Money KAR 280109

        Money is medium of exchange that is widely accepted in payment for goods and services and in settlement of debts. Money also has a special and unique serial number which makes structure of date or initial of name. In this blog, I try to introduce this unique for you. I also ready to sell this unique money. The money that we show is Guarantee Original (can be proved with UV) and in a good condition.  




        I have a new collection.
        Currency : Indonesia Rupiah
        Nominal : 10,000
        Serial Number : KAR 280109
        It's mean January 28, 2009 (28-01-09) Selengkapnya...

        Replica of Prambanan Temple

        Prambanan is the ninth century Hindu temple compound in Central Java, Indonesia, dedicated to Trimurti, the expression of God as the Creator (Brahma), the Sustainer (Vishnu) and the Destroyer (Shiva). The temple compound located approximately 18 km east of Yogyakarta city on the boundary between Yogyakarta and Central Java province.

        The temple is a UNESCO World Heritage Site, currently is the largest Hindu temple in Indonesia, and is one of the largest Hindu temples in south-east Asia. It is characterised by its tall and pointed architecture, typical of Hindu temple architecture, and by the towering 47m high central building inside a large complex of individual temples.

        Here I sell the replica of Prambanan Temple. For further information you can email to thomas.yoga1989@gmail.com


        ===================================================================================================
        Selengkapnya...

        Free E-Book of SHAFT

        A shaft is a rotating machine element which is used to transmit power from one place to another.


        The power is delivered to the shaft by some tangential force and the resultant torque (Ortwisting moment) set up within the shaft permits the power to be transfered to various machines linked up to the shaft.

        Link :
        SHAFT 
        Selengkapnya...

        Free E-Book of REALISATION METALS

        Saturday, December 25, 2010

        Joining or realisation metal is used in several condition, here the link

        Selengkapnya...

        DB KILLER FOR MUFFLER

        Sunday, December 19, 2010

        A muffler (or silencer or back box in British English) is a device for reducing the amount of noise emitted by the exhaust on most vehicles. On internal combustion engines, the engine exhaust blows out through the muffler. The internal combustion engine muffler or silencer was originally invented by Milton O. Reeves.

        Description
        Mufflers are typically installed along the exhaust pipe as part of the exhaust system of an internal combustion engine (of a vehicle, or stationary) to reduce its exhaust noise. The muffler accomplishes this with a resonating chamber, which is specifically tuned to cause destructive interference, where opposite sound waves cancel each other out. Catalytic converters also often have a muffling effect. The effect is mainly generated largely by restriction, rather than by cancellation.

        Advantages
        Mufflers that reduced backpressure relative to earlier models became increasingly available in the late 20th century, and resulted in increased engine efficiency, performance, power output, and simultaneously decreased overall wear and tear on the engines' components, as well as noise to levels in compliance with the law.

        Types and Positions of Mufflers
        With cars, lengthwise underneath, blowing backwards at the rear:
        • To the sides before the rear wheels.
        With large diesel-powered trucks:
        • Mounted vertically behind the cab
        • Crosswise under the front of the cab, blowing sideways.
        With motorcycles:
        • Usually, beside the engine and rear wheel blowing backwards.
        • In more modern motorcycles, under the seat blowing backwards from under the back of the seat. (Under-slung).

        Under-engine exhausts first reached popularity with Buell motorcycles, though by 2008 most manufacturers began using the under-engine design as well.

        quote from : MUFFLER

        Mini-Mufflers

        A mini-muffler (also known as a "hotdog" in the auto industry) can be put in place of a normal muffler in a car exhaust system to "enhance" the sound of the exhaust for a car enthusiast. These are smaller, cost usually about half the price of a normal muffler and work in a similar way, but allowing more sound through. Changing the muffler / mini-muffler / catalytic converter combination can change the sound of a car's exhaust system considerably. Deliberately removing a muffler from a "factory" setup or using a muffler that is defective due to rusting risks the resulting noise being over government approved noise levels, and possible action by law enforcers. Nevertheless some motorcycle owners remove their mufflers just to make them louder.


        But if  you resist to using mini muffler, I can suggest this stuff for you

        It called it DB KILLER (desibel killer) for muffler. Here is the specification



        If you using this DB KILLER, your exhaust sound will decrease to 80%. Selengkapnya...

        LOW CALORY SUGAR FROM STEVIA REBAUDIANA BERTONI

        Saturday, December 18, 2010


                  Rebiana, a high-purity rebaudioside A, is a natural non-calorie sweetener being commercialized jointly by Cargill, Incorporated and The Coca-Cola Company for food and beverage use. Rebaudioside A is one of the major sweet components of Stevia Rebaudiana (Bertoni), a South American plant. It is a glycoside of the ent-kaurene diterpenoid aglycone known as steviol, and is found in nature accompanied by stevioside and eight other sweet-tasting steviol glycosides (Kinghorn et al., 1999, 2001). It is approximately 200– 300 times more potent than sugar, a sweetening power similar to that of aspartame. 
                  Rebiana provides zero calories and has a clean sweet taste with no significant undesirable taste characteristics. Functional in a wide array of beverages and foods, it is also well-suited for blending with other non-calorie or carbohydrate sweeteners. The molecule is stable under dry conditions and, in aqueous food systems, its stability is markedly better than that of aspartame or neotame. Rebaudioside A has been approved for use as a sweetener in a number of countries, including Japan, China, and Brazil. Its unique properties will provide the food technologist with another tool to produce innovative foods and beverages to meet the demand of consumers for great taste without the calories of sugar.


        Selengkapnya...

        CODE OF ALUMINUM

        Here the code for cast alloy aluminum :


            * 1 x x x  for  Al pure(>99%)

            * 2 x x x  for  Al-Cu

            * 3 x x x  for  Al-Si + Cu/Mg

            * 4 x x x  for  Al-Si

            * 5 x x x  for  Al-Mg

            * 7 x x x  for  Al-Zn

            * 8 x x x  for  Al-Sn

            * 9 x x x  for  Al+another metal


        Heat treatable : Al-Cu, Al-Si+Cu/Mg; Al-Si, Al-Zn


        Non heat treatable : Al-Mg, Al-Sn



        Here the code for wrought alloy aluminum :



            * 1 x x x  for  Al pure (>99%)

            * 2 x x x  for  Al-Cu

            * 3 x x x  for  Al-Mn

            * 4 x x x  for  Al-Si

            * 5 x x x  for  Al-Mg

            * 6 x x x  for  Al-Mg-Si

            * 7 x x x  for  Al-Zn

            * 8 x x x  for  Al+another metal


        Heat treatable :  Al-Cu, Al-Si, Al-Mg-Si, Al-Zn


        Non heat treatable :  Al-Mn, Al-Mg Selengkapnya...

        ALTERNATIVE SEQUENCES FOR THE SEPARATION

        Here the differences of Plate/Tray Column and Packed Column


        Plate/Tray Column
        1. Vapor contact better than Packed Column
        2. Liquid Hold-Up better than Packed Column
        3. Easily to clean up
        4. Can be used with the liquid which contain any solid particle
        5. The side-stream can be took



        Packed Column
        1. Channeling and Back-mixing can be happened
        2. Less of pressure-drop so its suitable with vacuum operation
        3. Its cheaper for corosive fluid
        4. Can be built with small diameter
        5. Solid particle can stuck the flow-stream
        6. Suitable with foaming liquid
        7. The tool is not really heavy than Plate/Tray Column
        Selengkapnya...

        Search This Blog

        Google Translate